pagi

This item was filled under [ Uncategorized ]

Dinginnya malam sudah mulai digantikan oleh embun pagi

yang di iringi gemuruh suara mesin motor dari manusia yang hendak beraktifitas

ku merasa nyaman melihat suasana pagi yang nyaman tentram damai indah

Suasana ini tidak akan bertahan lama

akan datang siang yang membara

akan datang siang yang menampar

akan penuh debu dan asap

akan datang siang yang selalu penuh sesak dengan manusia yang berebut

yang beringas

yang ganas

tetapi pasti akan kembali sore dan kemudian malam

dan kemudian pasti akan kembali pada pagi yang damai dan tentram

Punk dan kebudayaan

This item was filled under [ Kebudayaan ]

Kadang orang berpikir bahwa punk adalah suatu yang kriminal dan selalu menimbulkan berbagai hal negatif dalam masyarakat, bahkan punk di anggap sebagai sampah masyarakat.  Tetapi tidak menurut segelintir orang, setidaknya menurutku.  Punk merupakan subkulture yang mempunyai banyak kekayaan yang dipunyainya dalam hal seni, ideologi, musik, karya tulis, komik, novel, zine, dll.

Kaum punk identik dengan gaya hidup yang kotor, urakan, no future’,  pakaian lusuh, boot.  Apalagi belakangan ini semakin merambah saja virus punk yang memakan sebagian remaja di kota ini.  Yang saya maksud virus pada kalimat di atas adalah hal-hal yang berhubungan dengan punk yang saat ini di jadikan suatu fashion, mode, musik, dan unsur-unsur keartisan yang lain.  Sebagian orang melihat dan menagmbil punk itu sendiri dari hal-hal kecil tadi.  Padahal punk bukanlah sekedar itu saja.  Novel ‘The Punk’ karya Gideon Sams adalah novel punk pertama yang menceritakan tentang kisah percintaan sepasang pemuda yang berakhir tragis.  Novel dengan tebal buku 62 halaman ini banyak menggunakan kata-kata yang kasar.

Dinas sosial melihat punk sebagai sampah masyarakat.  Pada suatu pertemuan yang dihadiri orang-orang punk, sekelompok mahasiswa, dan perwakilan dari dinas sosial (pemerintah), pemerintah menganggap kaum punk sebagai pengganggu dan sekelompok orang yang nongkrong di jalan dan membuat resah masyarakat.  Memang, banyak hal negatif yang dilakukan kaum punk, seperti mabuk, ngamen, berpakaian lusuh. Kaum punk kerap kali dianggap sebagai terror kota yang berbahaya bagi masyarakat.

Punk sendiri muncul mungkn dikarenakan pada perasaan tidak nyaman yang dirasakan seseorang yang mendapatkan sindiran, kritikan, cemoohan, dari orang-orang di sekitarnya,  Misalnya saja seorang anak muda yang sering mendapat nasehat oleh orang tuanya” kamu jangan jadi punk, punk itu nakal, punk itu kotor, lusuh,bla bla bla …”, tapi justru anak itu malah ingin mengetahui tentang pun itu sendiri dan tak jarang dia malah tertarik pada punk dan serba ingin tahu tentang seluk beluk punk itu sendir secara sebenar-benarnya, dan ia akan berusaha membuktikan pada orang-orang yang sering mencemoohnya bahwa anggapan mereka tentang punk itu salah.

Indie Vs Major label

This item was filled under [ Musik ]

Bagi kebanyakan band, uang adalah hal yang paling utama yang mereka cari dalam bermusik.  Tetapi ada pula band yang murni terjun ke dunia musik untuk mengeksprsikan kebolehannya dan mengeluarkan unek2unek yang timbul dalam hati mereka, tanpa paksaan, tanpa dikurang-kurangi, tanpa tekanan dari pihak lain, pokoknya murni mereka banget.  Jadi hasil karya mereka adalah murni kehendak mereka tanpa ada aturan yang melilit mereka untuk menentukan musik yang diinginkan pasar.

Band-band yang mengutamakan ketenaran dan uang yang melimpah itu biasanya tercermin pada band-band POP yang lirik, musik, stylenya jaman sekarang banget.  Mereka biasanya membuat musik sesuai dengan selera pasar yang sedang hangat diperbincangkan saat itu.  Hal itu sangat menguntungkan bagi pihak major label yang menaungi band-band seperti itu, karena dengan karya mereka (band-band POP) yang lagu-lagunya terjual keras di pasar saat itu, tetapi entah tahun depan, entah 2 tahun depan, dan entah sampai kapan.  Hal seperti itu memang sudah lumrah dilakukan perusahaan major label untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.  Biasanya dari pihak band yang dikontrak sendiri tidak merasa keberatan, karena sedikit banyak mereka juga merasakan keuntungan yang mengalir dari hal tersebut.  Tetapi apakah mereka tidak merasa tertekan, dengan tema-tema musik yang HARUS!! dijual di pasaran, dan hal tersebut harus diatur setidaknya oleh perusahaan major label yang tahu tentang selera pasar yang sedang ‘in’ saat itu.

Di komunitas punk sendiri, tidak sedikit pula band-band yang dulunya masih tetap exist di indie musik, kemudian beralih ke jalur major label, walaupun kadang mereka hanya masuk di major label selama beberapa saat.  Misalnya, mereka hanya masuk ke major label hanya sampai satu album, kemudian kembali ke indie musik lagi seperti rancid, green day, dll.  Hal ini banyak membuat terciptanya perdebatan di dalam komunitas punk sendiri dalam menanggapi dan menyikapi hal tersebut.

Bagaimana menurut anda sebagai seorang punk tentang hal ini, apakah band-band yang masuk indie ini hanya mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang yang banyak dan kemudian dengan modal itu dia akan membuat record company sendiri yang besar untuk menampung karya musik indie dari kalangan mereka itu, atau kah mereka menyerah dengan kehidupan ini dan mengambil jalan itu, padahal memasuki major label bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapatkan uang dan bertahan hidup untuk menghidupi anak istri mereka, masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan dan tetap berpegang pada slogan D.I.Y (Do It Yourself).

The Punk # 1st punk novel

This item was filled under [ Uncategorized ]

Ini adalah The first punk novel yang di tulis oleh Gideom Sams, novel ini menceritakan tentang sepasang remaja yang menjalani hubungan percintaan layaknya romeo and juliet.  Buku ini terbit pada tahun 1977.  Di Indonesia sendiri, khususnya di Yogyakarta, novel ini juga mendapat respon dan dicetak oleh penerbit di Yogyakarta :

  • Penerjemah : Ade Ma’ruf
  • Penerbit : Alenia, Yogyakarta
  • Tahun terbit :  1 Februari 2004
  • Tebal buku : 58 halaman

Dibalik pandangan kebanyakan orang tentang punk yang selalu urakan, liar, tanpa masa depan, dll, kaum punk juga bisa berkarya dalam banyak hal.  Salah satunya adalah dalam bidang sastra.

Perpustakaan Stembayo pasang internet

This item was filled under [ Dunia IT ]

Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, akhirnya anak KLS 3TKJ yang baek-baek kayake dapat menyelesaikan tugasnya dalam pembuatan jaringan internet di perpustakaan. Walaupun saat temen-temanku bekerja rodi tanpa makan minum bahkan upah tapi mereka tetap semangat.CAYOOOO!!!!!!!!!!!

Yah,,jaringan internet ini di buat untuk membantu temen-temen dan semua warga di STEMBAYO agar dapat memperoleh informasi ataupun materi pembelajaran secara efektif dan efisien, GRATIS LAGI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,,Ya syukur alhamdulillah walaupun yang di perpustakaan cuma 3PC, gak papalah yang penting bisa buat ngenet,,,,,Tapi yang terpenting dalam penggunaan internet harap bergantian,ya harap maklum cuma 3PC,,

MayBe jika ada dana lagi,,,,sekolah akan menyediakan layanan hotspot…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!perlu ditekankan lagi JIKA ADA DANA,,,,,,

Buat semua warga STEMBAYO yang ingin ngenet di perpus, bisa mengunjungi perpustakaan kalau perpustakaan sudah di buka,,,,

Terus buat semuanya yang memiliki dana untuk membuat jaringan internet tapi tidak bisa membangun sendiri,,,,,BISA MENGHUBUNGI NBC SQUAD,,cp:admin@yogyakarta.ch

Kebudayaan Semakin Memudar

This item was filled under [ Kebudayaan ]

Kebudayaan di kota jogjakarta ini semakin pudar saja ditelan jalannya waktu dan perkembangan jaman, memang, jogja bukanlah kota pariwisata seperti pulau Bali. Bali merupakan suatu kota budaya yang pendapatan utamanya didapat dari pusat-pusat pariwisata yang ada di pulau yang indah itu, namun demikian, Jogjakarta merupakan kota budaya dan kota pelajar yang banyak juga di kunjungi turis-turis asing. Betapa memalukannya jika masih banyak orang yang tidak berbudaya di kota ini, kenapa ? ya, Walaupun perkembangan jaman terus melaju seiring jalannya waktu, jangan sampai budaya kita sebagai orang Yogyakarta sampai hilang, padahal kita adalah orang asli jogja. Siapa lagi yang akan membangkitkan kebudayaan jogja selain kita sendiri. Sebagai contoh atau pembandingan sederhana kita lihat tempat-tempat sebagai berikut (bukan untuk membandingkan, tetapi agar kita sebagai warga jogja lebih terpacu untuk mengembangkan kota budaya ini) :

  1. Pulau Bali

  2. Pulau Bali adalah pulau yang paling banyak dikunjmgi turis asing di Indonesia, walaupum begitu, masyarakat Bali tetap menjunjung tinggi adat istiadat mereka, tetap menjunjung tinggi kebudayaan mereka sebagai ciri khas orang Bali.

    Perhatikanlah seorang wanita Bali di atas, dia adalah salah seorang dari masyarakat Bali yang sedang melaksanakan ibadah pagi dalam kepercayaannya. Wnita itu mengenakan pakaian khas orang Bali jika sedang melaksanakan peribadatan, saya mengambil gambar itu ketika sedang di pasar tradisional sukowati, Bali. Hampir semua pedagang yang mencari nafkah di sana melaksanakan ritual tersebut tiap pagi. Terlihat beberapa wanita Bali lain juga sedang melaksanakan ritual yang sama dibelakangnya. Dia melaksanakan ritual tersebut di antara bus-bus pariwisata yang sedang parkir. Bus-bus pariwisata tersebut menurunkan para turis domestik dan mancanegara unutk berbelanja di pasar tradisional tersebut. Mereka melaksanakan ritual pada pohon beringin yang terletak di tengah-tengah halaman parkir pasar sukowati.

  3. Kebudayaan Jepang

  4. Jepang adalah negara termaju di dunia, semua hampir dikerjakan oleh mesin disana, namun begitu, masyarakatnya tetap patuh pada aturan-aturan kebudayaan di negeri tersebut. Orang akan merasa malu jika tidak mempunyai pekerjaan di sana, bahkan seorang istri direktur perusahaan bersarpun bersedia menyapu halaman kantor suaminya. Kedisiplinanlah yang sangat diperhatikan disana, nilai-nilai kebudayaan tetap dipertahankan setiap ada inovasi baru dari pemikiran mereka.

Menampilkan Indikator Online YM kita

This item was filled under [ Dunia IT ]

Para penggemar internet yang betah di depan komputer selama berjam-jam untuk kegiatan ngenet-nya, pastilha juga perlu istirahat, oleh karena itu, orang yang gemar nongkrong di depan PC berjam-jam, bahkan berhai-hai itu kadang memasang indikator ONLINE/OFFLINE yahoo mesenggernya di halaman web mereka. Indikator tersebut biasa di pasang pada personal web, friendster, store website, dan segala kebutuhan web yang lain.

Hal ini diperlukan jika para pembaca/pelanggan website mereka ingin melakukan kontak dengan administrator secepatnya(dalam kata lain : darurat ;p) web tersebut. Misalnya toko online, webhosting, dll.

  • Gambar : contoh indikator online/offline YM admin.

Untuk membuatnya, tentu kita harus punya yahoo ID dulu (hahaha. . . ya pasti lah). Langkah-langkahnya adalah sbb :

  1. Copykan code di bawah ini :

    <a href=”ymsgr:sendIM?ID yahoo anda“><img src=”http://opi.yahoo.com/online?u=ID yahoo anda&m=g&t=7&l=us” alt=” ” border=”0″></a>

  2. Isikan yahoo ID anda pada tulisan yang saya blok warna hitam pada kode di atas.
  3. Copykan ke kode html anda antara <body> . . . . . . . . . .</body>
  4. Jika anda ingin mengaplikasikannya pada friendster anda, pasang kode tersebut pada about me, Want to Meet, atau di mana saja yang ada bertuliskan HTML tips.
  5. Kemudian save hasil konfigurasi anda.
  6. Refresh halaman web anda.
  7. Jadilah Indikator YM anda pada halaman web anda, cheerz !!!!

Membuat Photo Frame melengkung dengan PhotoShop CS3

This item was filled under [ Dunia IT ]

Mau buat foto kayak gitu ?? dengan frame melengkung yang akan terlihat menjadi foto jaman dulu yang asoy geboy ,, hahahaha . .enjoy this .

  1. Browse Photo yang akan anda beri frame
  2. Pilih Ractangular marquee tool (M)
  3. Select daerah yang akan menjadi gambar utama
  4. Kemudian klik kanan pada daerah yang di select, pilih Refine Edge
  5. Kemudian atur sendiri pada Radius, Contrast, Smooth, Feather, Contrast/Exspand seperti di bawah ini ;

  6. kemudian akan menjadi seperti ini

  7. Kemudian menjadi seperti ini ;
  8. Tekan Shift+Ctrl+I untuk meng-invert daerah yang kita select agar kita bisa mengedit frame kita. Haslinya akan seperti ini ;
  9. Buatlah layer baru untuk langkah selanjutnya dengan menekan Shift+Ctrl+N, kemudian warnai layer tersebut dengan warna putih dengan menggunakan Paint Bucket Tool.
  10. Untuk menghilangkan tanda aktif dari select, tekan Ctrl+D, maka jadilah photo dengan frame melengkung seperti photo-photo jaman dulu. Untuk mempercatiknya lagi, kita bisa menambahkan beberapa text dengan warna yang matching.


Musik Ska

This item was filled under [ Musik ]

Sejarah Musik Ska Adalah Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II & terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan. Inggris memberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika & musiknya mulai terefleksi dalam optimisme baru & aspirasi rakyat yang liberal.

Sejak tahun 40′an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika. Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan musik-musik dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh musisi-musisi jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50′an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil & cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound. Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh & membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Band-band lokal di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ & Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut. Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota Kingston tepatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan irama mento-folk-calypso ikut ambil bagian & sering sekali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika & seputar pulau tersebut. Pada akhir tahun 50′an pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis musik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan ’shuffled’. Irama shuffled memperoleh popularitas berkat kerja keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars. Banyak studio & perusahaan rekaman yang mengalami perkembangan & terus berusaha untuk mencari talenta-talenta baru. The Jamaican Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada musisi-musisi muda melalui siaran acara-acara di radio.

Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50′an adalah Duke Reid & Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki toko ‘Treasure Island Liquor’ yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid dikenal dengan nama ‘The Trojan’, diambil dari tulisan yang tertera pada truknya. Truk yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk tokonya. Dodd menamakan soundsystem miliknya ‘Sir Coxsone Downbeat’ yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan ‘Ghetto’(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi sebagai ‘King of sound & blues’ di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.

Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama ‘Prince Buster’, tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan ‘ketukan ‘afterbeat’ ketimbang ‘downbeat’. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piringan hitam) dengan tujuan agar memperolehkeuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan & ‘mencuri’ untuk sondsystem mereka sendiri.

Perang antar soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombol orang-orang yang menyebabkan permasalahan. Orang-orang ini dinamakan ‘Dance Hall Crashers’. Meskipun fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan musik ska yang memungkinkan untuk menjadi musik komersil dari Jamaika yang pertama kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.

Sepanjang tahun 60′an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapat. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok sebagai ‘Rude Boy’ (sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40′an) Menjadi ‘Rude’ artinya menjadi seseorang dimana masyarakat menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan ‘Scofflaws’(orang-orang yang selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki). Musik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk merefleksikan ‘Mood of the rude’ dengan menambahkan tensi pada permainan bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya yaitu ‘free-walking bass style’.

Banyak yang berbondong-bondong mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh ketenaran dalam industri musik yang kemudian beralih menjadi penjual ganja ketika gagal & modal makin menipis. Banyak pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film ‘The Harder They Come’ yang diperankan oleh Jimmy Cliff …film ini dipercaya mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)

Dua partai politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik pun mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan pemilikan senjata api pun ditilik kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup

Artis & produser mendukung bahkan ‘memaafkan’ atas prilaku kelompok Rude Boy melalui musik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti “Lawless street” dari kelompok Soul Brothers, “Gunmen coming to town” The Heptones. Duke Reid memproduseri salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd pun ikut memproduseri grup muda yang memiliki visi musik mereka sebagai ‘rudies’ yaitu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny Wailer). Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu Judge Dread. Lagu “007 Shanty Town” yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)

Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitasnya memuncak sepanjang musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat & Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan musik Reggae. Popularitas musik Reggae di Inggris di sebarkan oleh Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi musik Reggae & lirik-lirik lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi ‘Dub’, ‘Dancehall’, & seterusnya …& seterusnya …)

Gelombang Ke Dua (Second Wave)

Memasuki gelombang kedua …sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah ska lainnya: ditahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari negara-negara persemakmurannya, kerusuhan ras pun terjadi. Disaat itu musik ska & Reggae sedang populer. Dibawa dari Jamaika oleh banyak musisi & produser yang ikut berimigrasi, termasuk ‘The Trojan’ & seorang kelahiran Kuba, Laurel Aitken. Pada tahun 70′an, imej Rude Boy diperbaharui & ter-ekspresi dalam penggabungan 2 jenis musik yang masih tergolong baru di Inggris yaitu Reggae & Punk oleh band The Clash (Rudie can’t fail). Antara pertengahan hingga akhir tahun 70′an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan ska ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik ska lebih mudah & gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi The Specials.

Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60′an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam & putih menjadi simbol. Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi ‘pork pie’, kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu ‘loafers’ hitam menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama ‘Walt Jabsco’ (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco berarti ganja dalam bahasa slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat di lihat pada cover album ‘The Wailing Wailer Studio One Realease’.

Pada saat kerusuhan ras sedang terjadi, & organisasi rasis ‘National Front’ sedang tumbuh pesat, pakaian hitam putih & band yang anggota nya terdiri dari multi ras, mengetengahkan lagu-lagu yang bertemakan ‘unity’ disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi kedalam lirik lagu, seperti “Racist Friend” The Specials AKA. Band-band seperti Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers & The Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor ska klasik dari Prince Buster (Roughrider, Madness, Too hot, dll.) & artis-artis gelombang pertamanya.Band lain yang tidak termasuk 2Tone tetapi berasosiasi dengan gerakan 2Tone adalah Bad Manners. Ada juga persilangan dengan artis gelombang pertama dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain trombone yang menjadi additional player pada kelompok The Specials, anak murid dari pemain trombone ternama Don Drummond & sering dipakai sebagai musisi studio do Jamaika)

Pada akhirnya Chrysalis Records membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak dengan band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials, The Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club, The Bodysnatchers, The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The Apollonairs, The Beat (di Amerika di kenal dengan nama ‘The English Beat’ karena sudah ada band yang memakai nama The Beat) & sebuah single dari Elvis Costello. (catatan: single Elvis Costello tersebut berjudul “I can’t stand up for falling down” menjadi permasalahan & tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12″.

Tahun 1985 2Tone label bubar. Dammers mengalami kebangkrutan terhadap perusahaan Chrysalis. Band-band 2Tone mengalami masa popularitasnya dari tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan hanya 2Tone yang memainkan musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The Tigers, Ska City Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang kemudian bergabung bersama mantan anggota The English Beat Cox, & Steele yang belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The Piranhas, dan masih banyak lagi …


Hal tersebut menutup gelombang kedua musik ska …pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya 2Tone & gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak menjadi musik yang usang. Adalah The Toasters (pernah merilis single dibawah nama ‘Not Bob Marley’), Bim Skala Bim, The Untouchables & Fishbone yang menjadikan tradisi dalam mencampur beat ska dengan unsur unsur musik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat lainnya.

Gelombang Ke Tiga (Third Wave)

Keberadaan gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis musik yang kira-kira dapat dikawinkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat, Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core. Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll. mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan musik tradisional Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies yang mencampurkan ska dengan apa saja !!

Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan musik ska. Digelombang ketiga ini juga terdapat hal-hal yang tidak pernah ada pada awal gelombang pertama (beberapa diantaranya ada yang tidak pernah di mengerti) seperti ‘Straight Edge’ dengan logo ‘X’ ditangan, boneheads, OI/SKA, Skinhead Against Racial Prejudiced (SHARP’s) juga konsep-konsep ’sell outs’. Ada beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi musik kalangan remaja, setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala umur & tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu juga ska masih membentuk beat yang unik & harmonis walaupun digabungkan dengan unsur-unsur musik lainnya. & orang-orang pun masih banyak yang menikmatinya.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Iwan Fals

This item was filled under [ Musik ]

Iwan Fals adalah seorang musisi Indonesia yang sudah lama berkubang di permusikan Indonesia. Lagu-lagu Iwan fals jaman dulu banyak mengangkat tema-tema sosial dan kejadian sehari-hari, Aku sangat mengagumi seorang sosok Iwan Fals, beliau bisa menciptakan lirik-lirik yang menyentuh hati, bahkan hanya dari kejadian sehari-hari, tapi pesannya sangat mengena dalam hati jika kita mendengarkan dan menghayati lagu-lagunya. Cara-caranya dalam menyusun kata-kata dalam liriknya sangat berkesan. Lagu-lagu Iwan fals juga mudah dicerna dalam telinga orang, bahkan orang yang baru pertama kali mendengarkan lagunya. Liriknya tidak terlalu berbahasa tinggi, bahkan kadang menggunakan kata-kata yang tidak baku, seperti ‘ga’, ‘busett’, ‘modar’, dll. Hal itu membuat pendengar lagu Iwan Fals mudah menghapal dan memahami lagu-lagunya.

Suara Iwan Fals sangatlah khas dan sangat familiar bagi para penggemarnya. Walaupun dia mengambil nama ‘Fals’, tetapi menurutku suaranya tidak fals, mungkin memang kadang suaranya melenceng dari nada dasarnya, tetapi hal itu tidak terlalu dihiraukan dan tidak terlalu penting, karena menurutku yang terpenting dalam bermusik adalah pesan yang dapat disampaikan dalam sebuah lagu, tidak hanya mencari ketenaran dan uang yang melimpah.

Lirik-lirik Iwan Fals banyak mengangkat tema sosial, hal itu dapat dilihat dari lagu-lagunya yang bersifat protes, menyindir, plesetan-plesetan dari yang terjadi saat itu, penggambaran situasi politik yang terjadi saat itu, bahkan ada pula lagunya yang menceritakan tentang kisah percintaan, tetapi tetap mengandung pesan yang menyindir dan sangat berarti. Pemerintah yang tidak adil lah yang banyak menjadi sindiran Iwan Fals, Dia berjiwa sosial yang tinggi, banyak juga lagu-lagunya yangf menceritakan tentang anak-anak jalanan, orang gila yang berkeliaran di jalanan, anak-anak yang bermain di jalanan, kesenangan yang mereka rasakan di jalanan, dll.

Iwan Fals termasuk musisi senior di Indonesia. Menurutku, IwanFals adalah orang yang pintar, pintar dalam arti dia mampu menggabungkan hasil dari pemikira-pemikirannya yang berbobot ke dalam sebuah lagu yang berkualitas. Bukan sekedar lagu, tetapi juga berbagai nasehat, inspirasi, sindiran, yang mampu membuat orang yang mendengarnya tergerak hatinya untuk mlakukan sesuatu, setidaknya menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Bahkan, seorang Iwan Fals mampu menggabungkan cerita asmara cinta, kejadiad sehari-hari, cerita humor yang berbobot, dengan diselingi sindiran terhadap kepemerintahan negara yang kurang bijaksana dan berbagai kasus sosial seperti dalam lagunya “Kereta Tiba Pukul Berapa”, “Ambulan Zig-Zag”, “Galang Rambu Anarki”, “Sugali”, “Oemar Bakrie”.

Simaklah potongan lirik Iwan Fals ini :

“Lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita, bukan satu alasan untuk kita tinggalkan, banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan, menyerang dalam gelap.”